Rahma Facial & Ichwan El Food

image

Rahma facial : bergerak pada bidang perawatan tubuh khusus wanita terutama wajah. Disini juga menyediakan paket perawatan dokter.

Ichwan El Food : bergerak pada bidang aneka kue kering (nastar, cookies, kastengel, lidah kucing keju, dll) dan menyediakan jahe serbuk siap seduh. Dijamin halal dan enak.

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi Rahma Nuzuli Kartika (085779007755 & 74cbc81b)

KASUS ETIKA BISNIS

KASUS HAK PEKERJA

 

Lima pekerja di salah satu perusahaan transportasi di Pasuruan diberhentikan/ di-PHK karena bergabung dengan Serikat Pekerja. Perusahaan PO.X memiliki beberapa divisi, diantaranya adalah divisi bengkel dan divisi kru bis. Serikat Pekerja divisi bengkel telah berhasil menuntut hak mereka yaitu mengenai upah, upah yang diberikan sebelumnya Rp. 25.000/hari padahal Upah Minimum Kabupaten sebesar Rp. 40.000/hari dan biaya Jamsostek yang 100% dibebankan kepada pekerja. Sekarang divisi bengkel telah menikmati upah yang sesuai dengan UMK dan memiliki Jamsostek yang dibayarkan oleh perusahaan.

Mengikuti kesuksesan divisi bengkel dalam menuntut hak kerja mereka, para pekerja di divisi kru bis pun mulai bergabung dengan Serikat Pekerja. Pekerja divisi kru bis banyak mengalami pelanggaran hak-hak pekerja, diantaranya adalah pembagian upah yang menganut sistem bagi hasil. Perhitungannya sistem bagi hasil tersebut adalah :

  • Supir : 14% dari pendapatan bersih per hari
  • Kondektur : 8% dari pendapatan bersih per hari
  • Kenek : 6% dari pendapatan bersih per hari

Apabila pekerja tidak masuk kerja akan dikenakan denda sebanyak Rp. 500.000/hari kecuali tidak masuk kerja karena sakit. Tunjangan Hari Raya pun tidak pernah diberikan kepada pekerja. Masalah lain adalah mengenai tidak diberikannya fasilitas jamsostek, sehingga apabila terjadi kecelakaan kerja (kecelakaan bus), pekerja harus menanggung sendiri biayanya.

Akan tetapi, perjuangan divisi kru bis lebih berat dibanding divisi bengkel karena perusahaan sudah semakin pintar dalam berkelit. Mereka tidak mempunyai Perjanjian Kerja Bersama (PKB), semua perintah dan peraturan dikemukakan secara lisan sehingga pekerja tidak memiliki bukti tertulis yang bisa dijadikan senjata untuk melawan perusahaan seperti halnya yang dilakukan pekerja di divisi bengkel sebelumnya.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja setempat, diputuskanlah bahwa kelima orang pekerja tersebut akan mendapat pesangon dan kasusnya akan dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Http://www.gajimu.com

KASUS IKLAN YANG TIDAK ETIS

Pada rapatnya di bulan November 2011, Badan Pengawas Periklanan (BPP) P3I telah menemukan satu kasus iklan Traditional Chinese Medication (TCM) yaitu iklan Cang Jiang Clinic. BPP P3I saat itu menilai bahwa iklan tersebut berpotensi melanggar Etika Pariwara Indonesia, khususnya terkait dengan:  Bab III.A. No.2.10.3. (tentang Klinik, Poliklinik dan Rumah Sakit) yang berbunyi: “Klinik, poliklinik, atau rumah sakit tidak boleh mengiklankan promosi penjualan dalam bentuk apa pun” dan Bab III.A. No.1.17.2. (tentang Kesaksian Konsumen) yang berbunyi: “Kesaksian konsumen harus merupakan kejadian yang benar-benar dialami, tanpa maksud untuk melebih-lebihkannya”.

 Pada iklan Cang Jiang Clinic tersebut ditampilkan pemberian diskon (30%) bagi pembelian obat serta ditampilkan pula beberapa kesaksian konsumen mereka yang sangat tendensius melebih-lebihkan kemampuan klinik tersebut serta bersifat sangat provokatif yang cenderung menjatuhkan kredibilitas pengobatan konvensional. 

Untuk memastikan adanya pelanggaran tersebut, maka BPP P3I telah mengirimkan surat kepada Persatuan Rumah-Sakit Indonesia (PERSI) dan mendapatkan jawaban bahwa PERSI sependapat dengan BPP P3I sehingga pada bulan Maret 2012, BPP P3I telah mengirimkan surat himbauan kepada KPI untuk menghentikan penayangan iklan tersebut.

Masalah Cang Jiang Clinic ini belum tuntas, ketika lalu muncul iklan Tong Fang Clinic yang jauh lebih gencar (dan ditayangkan di lebih banyak stasiun televisi dan dengan frekuensi yang jauh lebih sering).  Isi pesan iklannya sangat mirip dengan iklan Cang Jiang Clinic. BPP P3I kemudian melayangkan surat himbauan yang senada kepada KPI pada bulan Juli 2012.

Sepanjang bulan Juli 2012, iklan Tong Fang Clinic ternyata sangat ramai menjadi pergunjingan masyarakat umum; baik melalui media-media sosial maupun pengiriman SMS dan Blackberry Messenger. Bahkan, kata kunci “Tong Fang” sempat menjadi topik yang paling sering disebut (‘trending topic’) di twitter, bukan saja di area Indonesia, tapi di seluruh dunia (lintas.me, 6 Agustus 2012).

Dari sudut ilmu komunikasi, bisa saja orang lalu menilai bahwa klinik tersebut telah mendapatkan tingkat ‘awareness’ yang sangat tinggi. Hal tersebut memang tidaklah dapat dibantah. Jutaan kicaun masyarakat tersebar di berbagai jenis media terkait dengan iklan klinik tersebut. Tapi, mari kita coba lihat isi dari beberapa kicauan tersebut (dikutip dari beberapa posting di twitter).

> Dulu muka saya ada jerawat satu, seteleh ke klinik Tong Fang muka saya jd bnyak jerawat.Trimakasih TongFang

> Dulu pacar saya di rebut orang, namun setelah saya ke klinik TongFang sekarang saya jd rebutan pacar orang, terima kasih TongFang

> Dulu saya Raja Dangdut, setelah ke Klinik Tong Fang kini saya jadi Raja Singa. Terima Kasih Tong Fang

Di twitter juga muncul banyak akun baru yang sekedar bertujuan untuk mengakomodasi lelucon tentang “Tong Fang”. Misalnya: akun @KlinikTongfang dengan 15.218 pengikut dan @KliinikTongFang dengan 61,091 pengikut (data pengikut/’follower’ terhitung tanggal 9 Agustus 2012) serta banyak akun lainnya. Padahal akun-akun itu usianya belum lebih dari 2 bulan.

Apakah kicauan masyarakat tersebut sebenarnya hanya sekedar ‘iseng’ dan semacam jadi ‘lomba kreatifitas’ mereka saja? Saya sangat percaya bahwa bukan itu permasalahannya.

Tidak perlu menjadi seorang pakar komunikasi untuk memahami bahwa dibalik lelucon-lelucon yang dikreasikan oleh berbagai kalangan masyarakat, ada satu pesan penting yang ingin disampaikan oleh masyarakat terhadap iklan Tong Fang Clinic: IKLAN ITU SENDIRI ADALAH SATU LELUCON BESAR!!

Suatu iklan (dari produk apapun juga), pastilah mengandung unsur JANJI dari si pengiklan kepada khalayak yang disasarnya. Sungguh sangat disayangkan bahwa ternyata janji yang ditawarkan oleh iklan Tong Fang Clinic dinilai tidak lebih dari sekedar lelucon! Dan, tidak perlu berpikir terlalu mendalam untuk memahami bahwa dibalik ‘lelucon’ yang ada dalam iklan tersebut, masyarakat menilai ada KEBOHONGAN BESAR.

Dalam konteks ini, tingkat ‘awareness’ yang tinggi dari iklan Tong Fang Clinic sebenarnya malah memberikan dampak yang sangat negatif terhadap citra dari klinik itu sendiri. Cukup mengherankan bahwa pihak klinik Tong Fang tidak segera melakukan koreksi, bahkan terkesan ‘santai-santai’ saja (baca Merdeka.com, 9 Agustus 2012 08:06:00: “Diolok-olok di Twitter, ini jawaban klinik Tong Fang”). Beberapa pemilik akun twitter bahkan sudah ada yang sampai tingkat ‘marah’ karena mereka sangat memahami bahwa olok-olokan tersebut sangat menjatuhkan citra klinik Tong Fang. Dan lebih parahnya, dapat dengan sangat mudah diprediksi, citra ini akan merembet kepada seluruh klinik tradisional Cina (TCM).

Tekanan terhadap kasus di atas tidak saja datang dari masyarakat. Pemerintahpun akhirnya harus turun tangan.. Misalnya: Merdeka.com pada 9 Agustus 2012 06:47:00 mengangkat artikel “Dinas Kesehatan DKI larang iklan Klinik Tong Fang” dan Okezone.com pada 8 Agustus 2012 23:46 mengangkat artikel “DPR Soroti Praktik Klinik Tong Fang”.  

Bila saat ini masyarakat (dan pemerintah) jadi tidak percaya kepada iklan klinik Tong Fang, siapakah yang akan dirugikan? Pertama-tama mungkin memang hanya akan berdampak pada klinik Tong Fang dan TCM lainnya. Tapi, dampak ini bila sampai tidak diatasi dengan segera, akan membuat industri klinik  tradisional Cina tidak dapat berkembang, akibatnya mereka tidak lagi bisa beriklan. Di titik ini, media massa akan merasakan dampaknya pula.

Sangat disayangkan bahwa media-massa (khususnya televisi) mengabaikan himbauan dan teguran yang telah disampaikan oleh KPI untuk menghentikan iklan-iklan TCM yang provokatif tersebut sejak April 2012 (lihat www.kpi.go.id pada menu Imbauan, Peringatan dan Sanksi). Stasiun TV hanya berpikir jangka-pendek mengeruk dana iklan secepat-cepatnya padahal bila iklan tersebut justru akan ‘mematikan’ pengiklannya, maka stasiun TV akan kehilangan pendapatan di masa depannya.

Secara tidak langsung, keprihatinan masyarakat atas kasus ini seharusnya menjadi keprihatinan untuk seluruh kalangan periklanan dan komunikasi pemasaran pada umumnya juga. Kasus ini menambah panjang daftar materi komunikasi (iklan) yang dinilai “bohong” oleh masyarakat umum. Citra materi komunikasi (iklan) tercemar dengan adanya kasus ini.

Kitab Etika Pariwara Indonesia (dapat bebas diunduh di www.p3i-pusat.com/epi) dengan tegas telah mencantumkan 3 asas penting dalam membuat karya iklan yaitu:

https://www.facebook.com/notes/ridwan-handoyo/belajar-dari-kasus-iklan-klinik-tong-fang/10151128601655546

 

KASUS ETIKA PASAR BEBAS

 

Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar. Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya.

Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.

Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%. Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah. Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.

Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

http://ughytov.wordpress.com/2013/02/05/130/

KASUS WHISTLE BLOWING

 

Tak dapat dipungkiri dari sosok pencuat ‘cicak-buaya’ inilah berbagai praktek mafia di jajaran yudikatif sedikit banyak terkuak. Sebut saja skandal Century, kasus Gayus sampai ‘benalu’ di institusi kepolisian berawal dari ungkapan kontroversial sang jendral lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini.

Namun kegigihannya dalam mengungkap berbagai kasus ternyata berbalik arah, banyak kolega di intitusi internal Polri dan pihak-pihak yang merasa privasinya terganggu dan gerah sehingga berupaya untuk menghentikan sepak terjang orang yang pernah menyandang call sign ‘truno 3′ ini. Sebenarnya kode ini diperuntukkan kepada direktur III Tipikor, sedangkan untuk Kabareskrim Polri kode resminya adalah “TRIBATA 5″.
Dan lebih jauh lagi seolah ada dalang yang ingin menyingkirkannya dalam kiprah dan karirnya di kepolisian.

Mengapa sosok Susno Duadji dianggap sebagai whistle blower ( dikonotasikan sebagai peniup peluit/penguak/pengungkap kasus) bukan Gayus ?
Hal ini bisa dimaklumi karena beliau pernah menduduki jabatan penting dan strategis yang berkaitan dengan penanganan kasus-kasus besar diantaranya sebagai ;

1. Kabareskrim Polri, yang dijabatnya tgl.24 Oktober 20O8 sampai 24 November 2010.
2. Wakil kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)
3. Kapolda Jawa Barat
Dari dua jabatan pertama yang pernah disandang ini saja kita dengan logika sederhana akan mengatakan bahwa Susno memang pemegang kunci dari berbagai skandal besar yang terjadi di negeri ini. Dia tahu betul kronologi berbagai kasus besar yang bisa jadi menyeret beberapa petinggi, pejabat dan pegawai institusi yang terindikasi korup, terutama kasus Century dan jangan lupa kasus Gayus adalah buah dari nyanyian jendral yang saat ini menjalani proses pengadilan ini.
Menurut masyarakat awam, proses penahanan beliau seperti didramatisir dan kental sekali ‘muatan kepentingan’ untuk kelompok/oknum tertentu yang makin mencabik-cabik buramnya hukum di negeri ini.
Contoh kecilnya adalah beliau dituduh melanggar kode etik dan disiplin internal kepolisian serta dikaitkan dengan dugaan penyelewengan dana pilkada Jawa Barat. Jauh amat deviasinya dari akar persoalan yang sebenarnya dan gak nyambung sama sekali.

Pantas saja politisi Gayus Lumbuun yang duduk di komisi III (hukum dan HAM) DPR-RI dalam kesempatan hearing rabu, 26 Januari 2011, melontarkan pernyataan bahwa Susno Duadji bisa dijadikan whistle blower skandal Century. Dengan begitu diharapkan para wakil rakyat yang duduk di komisi III nantinya dapat memperoleh data dan informasi baru dalam mengungkap skandal Century yang diduga ‘bernilai’ Rp.6,762 Trilyun itu. Meskipun sudah dibentuk pansus sampai panwas kasus tersebut terkesan stagnan dan terlindungi ‘tangan-tangan perkasa’ sekaligus masih tabu tersentuh hukum.
Beberapa nama seperti Robert tantular, Heshan Al Warraq dan Ali Rivzi sudah terseret dalam kasus korupsi ’sealiran’ skandal Century ini, tetapi anehnya dalam kasus ini sama sekali belum menyentuh pejabat dari lembaga dan instansi yang jelas terlibat dan harusnya bertanggungjawab.
Sungguh seperti peristiwa ironis dan tragis menimpa sosok yang berani membuka tabir kasus yang diduga melibatkan para petinggi negara itu.

Masalahnya maukah pak Susno bernyanyi merdu seperti dulu lagi, karena beliau sudah banyak diingkari dan dikhianati koleganya, apalagi jaminan perlindungan yang diminta ‘diabaikan’ dan masih begitu rentan intervensi dari berbagai pihak yang merasa terusik.

Mungkin petikan rangkaian kata yang disusun Susno Duadji berikut ini bisa jadi jawabannya :

Pilih untuk mengasihi, bukan membenci
pilih belajar, bukan mengabaikan
pilih tersenyum, bukan cemberut
pilih membangun, bukan menghancurkan
pilih menganalisa, bukan menerka-nerka
pilih menghargai, bukan menggosip
pilih menyembuhkan, bukan melukai
pilih memberi, bukan merebut
pilih bertindak, bukan menunda
pilih mengampuni, bukan mengutuk
pilih berdo’a, bukan tanpa daya…

SARAN ATAS KASUS UPAH BURUH

   Belakangan ini banyak kita ketahui tentang para buruh yang seringkali berdemo agar perusahaan menaikkan upahnya. Hal tersebut dikarenakan tingginya harga-harga kebutuhan hidup seperti tempat tinggal, PLN, BBM dan harga kebutuhan pokok sehari-hari. Ditambah apabila para buruh tersebut menghidupi keluarga kecilnya, maka semakin besar biaya yang harus mereka keluarkan untuk hidup.  

   Menaikkan upah buruh bukan salah satu solusi bagi para buruh untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga mendapatkan kehidupan yang layak seperti yang mereka inginkan, karena semua akan menyeimbangi seperti harga-harga kebutuhan pokok yang akan ikut naik yang akhirnya dapat menyebabkan inflasi. Dan dampak yang lain adalah para pengusaha bisa saja mundur karena tingginya upah kemudian perusahaan tidak sanggupmembayar  sehingga perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan (collapse) dan justru menyebabkan makin banyaknya pengangguran.

     Menurut saya, dalam kasus ini seharusnya pemerintah dapat menekan harga-harga di pasar atas kebutuhan-kebutuhan pokok supaya upah yang diterima buruh saat ini dapat mencukupi kebutuhan hidupnya bersama keluarganya. 

ETIKA BISNIS

          Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat, aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan sentosa. Namun tidak sedikit orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat. Norma terdiri dari 5 jenis yaitu noma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, norma kebiasaan dan norma hukum. Norma agama adalah norma yang berdasarkan pada ajaran aqidah suatu agama. Norma kesusilaan adalah norma yang berdasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia. Norma kesopanan adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat. Norma kebiasaan adalah norma yang merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup/ perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat.

           Secara umum etika dibagi menjadi 2 yaitu etika umum dan etika khusus. Etika umum itu berarti etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik buruknya suatu tindakan. Sedangkan etika khusus itu etika dalam penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.

            Menurut Sonny Keraf (1998), etika bisnis memiliki 5 prinsip diantaranya pertama, prinsip otonomi yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Kedua, prinsip kejujuran dimana prinsip ini memiliki tiga lingkup kegiatan bisnis yakni jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak, jujur dalam penawaran barang atau jasa dalam harga dan mutu yang seimbang, dan jujur dalam hubungan kerja intim dalam perusahaan. Ketiga, prinsip keadilan yaitu keharusan untuk memperlakukan setiap orang secara sama dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif serta dapat dipertanggung jawabkan. Keempat, prinsip saling menguntungkan yaitu menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Kelima, prinsip integritas moral sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan untuk tetap menjaga nama baik pimpinan, orang-orangnya maupun perusahaannya.

         Stakeholders adalah salah satu pendekatan dengan cara mengamati unsur-unsur dalam bisnis yang saling terkait dan kemudian menjelaskan secara analitis bagaimana unsur-unsur tersebut akan dipengaruhi dan juga mempengaruhi keputusan dan tindakan bisnis. Pendekatan stakeholder digunakan dalam dunia bisnis untuk memperlihatkan siapa saja yang mempunyai kepentingan atau terlibat dalam kepentingan itu. Kelompok stakeholders terdiri dari 2 kelompok yakni kelompok primer yang terdiri dari pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan menjelaskan bahwa perusahaan harus menjalin relasi yang baik dan etis dengan kelompok ini.  Dan kelompok sekunder yang terdiri dari pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media massa, kelompok pendukung serta masyarakat menjelaskan bahwa mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali.

              Terdapat 3 kriteria dan prinsip dari etika utilitarianisme yaitu manfaat, manfaat terbesar dan manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang serta 3 nilai positif utilitarianisme yaitu Rasionalitas, utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral dan universalitas. Utilitarianisme memiliki beberapa kelemahan yakni manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit, tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya, tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang, variabel yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi dan seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas diantara ketiganya. 

            Terdapat beberapa hal yang harus di patuhi perusahaan berkaitan dengan etika bisnis. 3 syarat-syarat dalam tanggung jawab moral  yaitu pertama tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu, kedua tanggung jawab juga mengandaikan adanya kebebasan pada tempat pertama yang dalam arti tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas tindakannya jika tindakan itu dilakukan secara bebas, dan yang ketiga adalah tanggung jawab juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu. Menurut De George status Perusahaan terbagi 2 macam pandangan yakni pandangan legal-creator dan pandangan legal-recognitions. Argumen yang mendukung perlunya keterlibatan sosial perusahaaan terbagi menjadi 6 yakni kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah,  terbatasnya SDA, lingkungan sosial yang lebih baik, pertimbangan tanggung jawab dan perusahaan, bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna, serta keuntungan jangka panjang. Sedangkan Argumen yang menentang perlunya keterlibatan sosial perusahaan terbagi 4 yakni tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya, tujuan yang terbagi-bagi dan harapan yang membingungkan, biaya keterlibatan sosial, serta kurangnya tenaga terampil dibidang kegiatan sosial.

        Paham tradisional dalam bisnis yaitu terdiri dari keadilan legal yakni menyangkut hubungan antara individu/kelompok masyarakat dengan negara, keadilan komutatif yakni mengatur hubungan yang adil antara satu orang dengan yang lain atau warga negara satu dengan warga negara lainnya, serta keadilan distributif ( keadilan ekonomi ) yakni distribusi ekonomi yang merata/ yang dianggap merata bagi semua warga negara.

             Di dalam etika berbisnis dijelaskan tentang hak pekerja, yakni  pertama, hak atas pekerjaan dan upah yang adil karena hak atas pekerjaan adalah hak azazi manusia dan upah yang adil adalah hak legal dimana pekerja berhak mendapatkan penghidupan yang layak dan upah yang sesuai atas tenaga yang telah disumbangkan dimana kerja merupakan perwujudan dari diri manusia sebagai manusia yang mandiri. Kedua, hak untuk berserikat dan berkumpul yang merupakan salah satu wujud utama hak atas kebebasan dari salah satu HAM. Ketiga, hak atas perlindungan keamanan dan kesehatan karena terdapat berbagai resiko yang mengharuskan pekerja mendapat jaminan kesehatan, keselamatan dan keamanan dengan mengasuransikan mereka melalui wahana asuransi kesehatan atau kecelakaan. Keempat, hak perlakuan keadilan dan hukum dimana semua pekerja harus diperlakukan sama secara fair tanpa adanya diskriminasi. Kelima, hak atas rahasia pribadi karena ada beberapa hal tertentu yang karyawan tidak ingin perusahaan mengetahuinya. Akan tetapi hak ini bersifat tidak mutlak seperti dalam hal penyakit, karena perusahaan tidak ingin merugikan banyak orang. Keenam, hak atas kebebasan suara hati dimana pekerja tidak boleh dipaksa untuk melakukan sesuatu yang dianggapnya tidak baik atau baik menurut perusahaan.

       Whistle blowing adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Terdapat 2 macam whistle blowing yaitu whistle blowing internal, terjadi ketika seorang/beberapa orang karyawan tahu mengenai kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain/kepala bagiannya kemudian melaporkan kecurangan itu kepada pimpinan perusahaan yang lebih tinggi dan whistle blowing eksternal, menyangkut kasus dimana seseorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaannya lalu membocorkannya kepada masyarakat karena ia tahu bahwa kecurangan itu akan merugikan masyarakat.

        Suatu kontrak dapat dikatakan baik dan adil apabila kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang mereka sepakati, tidak adanya pihak yang memalsukan fakta tentang kondisi dan syarat-syarat kontrak, tidak adanya pemaksaan serta tidak mengikat untuk tindakan yang bertentangan dengan moralitas.

   Produsen memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu memenuhi ketentuan yang melekat pada produk, menyingkapkan semua informasi serta tidak mengatakan yang tidak benar tentang produk yang ditawarkan. Disamping itu terdapat beberapa pertimbangan gerakan konsumen, yaitu produk yang semakin banyak dapat menguntungkan konsumen di satu pihak dan merugikan di pihak lain, terspesialisasinya berbagai jenis jasa yang dapat menyulitkan konsumen, pengaruh iklan terhadap kehidupan konsumen, keamanan produk yang tidak diperhatikan, serta posisi konsumen yang lemah pada jual beli kontrak.

     Iklan mempunyai dua fungsi yaitu berfungsi memberi informasi dan membentuk opini. Iklan yang berfungsi sebagai pemberi informasi merupakan media untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat tentang produk yang akan/sedang ditawarkan di pasar. Pada fungsi ini iklan membeberkan dan menggambarkan seluruh kenyataan serinci mungkin tentang suatu produk yang pada akhirnya untuk mencapai tujuan agar konsumen mengetahui produk tersebut dan membelinya. Sedangkan iklan yang berfungsi sebagai pembentuk opini merupakan iklan yang mempengaruhi massa untuk memilih, dengan kata lain iklan berfungsi untuk menarik dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli produk yang diiklankan dengan menggunakan cara menampilkan model iklan yang persuasif, manipulatif dengan maksud menggiring konsumen untuk membeli produk.

TULISAN

RAHMA SALON

Facial
Kulit adalah organ terbesar yang dimiliki tubuh, karenanya perawatan kulit tak bisa disepelekan, “Dengan membersihkan, melembabkan, dan menjaga dengan cara yang benar agar kulit tidak dehidrasi, bisa meningkatkan kesehatan dan kondisi kulit, yang pada akhirnya membuat tubuh sehat secara keseluruhan,” . Facial menjadi salah satu perawatan yang menyehatkan tubuh. Namun bukan sekadar facial yang berkonsetrasi pada wajah dan leher. Tetapi juga pada tangan, lengan, kaki, pundak, dan tempurung kepala yang menggabungkan aromaterapi dan pembuangan getah bening. Facial yang menyeluruh seperti ini membantu sistem kekebalan bekerja lebih maksimal dan membuang racun pada tubuh. Seberapa sering harus facial? Saya menyarakan untuk melakukan facial sebulan sekali untuk menjaga kesehatan kulit. Namun frekuensinya bisa bertambah tergantung sejumlah kondisi. Seperti sering bepergian, tinggal di kawasan padat penduduk, terpapar polusi, tinggal di daerah beriklim panas atau dingin, atau memiliki pekerjaan dan kehidupan personal yang penuh tekanan. Dampak jika mengabaikan facial? “Kulit Anda adalah refleksi terluar dari diri Anda,” . Banyak faktor yang merusak kesehatan kulit seperti stres atau polusi. Kondisi inilah yang perlu diperhatikan dengan cara melakukan perawatan kulit secara teratur.

Manfaat Facial Wajah bagi Wanita

Sebagai seorang wanita, kita tentu harus menjaga penampilan, agar selalu sedap dan enak di pandang mata. Perawatan wajah sangat penting perannya dalam menyambut suatu peristiwa yang sangat penting. Baik itu peristiwa perayaan suatu pertemuan ataupun peristiwa pernikahan.
Salah satu musuh pada wajah kita adalah jerawat. Jerawat memang sangat menjengkelkan, dan kadang selalu meninggalkan bekas. Maka dari itu banyak orang yang melakukan Facial Wajah, dan perawatan wajah lainnya untuk membersihkan wajah mereka dari jerawat dan komedo. Dengan perawatan ini diharapkan diperoleh kulit bersih, sehat dan bercahaya idaman setiap orang.
Oleh sebab itu lakukan perawatan wajah dan kulit Anda jauh-jauh hari sebelum hari H sehingga hasil yang didapatkan adalah hasil yang paling maksimal. Misalnya dengan mengunjungi tempat lulur, spa, mandi susu dan facial yang banyak ditawarkan oleh salon-salon atau tempat-tempat perawatan kecantikan lainnya. Memang sepertinya gampang mencari salon yang melayani facial. Dari salon mewah sampai salon-salon yang tidak ada namapun dapat melayani facial. Maka itu kita harus hati-hati. Lebih baik sebelum melakukan Facial Wajah, carilah informasi sebanyak-banyaknya, salon mana yang direkomendasikan cukup baik untuk facial.

TIPS :
Jangan ragu menyampaikan problem kulit wajah Anda pada ahli wajah. Karena ini sangat mempengaruhi cara kerja si ahli facial. Tanyakan juga produk apa yang dipakai, siapa tahu ia mempunyai beragam pilihan yang sesuai dengan Anda.
Sehabis facial, kerap kali wajah terlihat merah-merah dan terlihat berlubang. Tidak usah panik. Karena itu memang efek samping dari awal perawatan. Jika tidak ada masalah kulit akan pulih kembali seperti semula dalam waktu sehari sampai dua hari.
Jangan lupa untuk rajin membersihkan wajah setiap bangun tidur dan sebelum tidur atau sehabis bepergian.

Disini saya juga melayani jasa facial lho yang menggunakan tehnik electrotherapy (vaporizer, laser, vakum, galvanic, setrika wajah)!!! ada perawatan kulitnya juga  yang berminat silahkan comment

paket perawatan wajah

1. paket normal 200.000
2. paket jerawat 200.000
3. paket flek 230.000
4. lightening 180.000
5. serum vit.c 90.000
6. oxygen 15.000
7. bedak tabur 120.000
8. cream W 120.000
9. cream leher 120.000
10. cream kantung mata 120.000
11. salep jerawat 70.000
12. salep iritasi 70.000
13. Paket sensitive 350.000

DAFTAR HARGA FACIAL :
1. facial biasa 30.000
2. facial biasa + peeling 35.000
3. facial madu + vit c 50.000
4. facial lumpur 50.000
5. facial jerawat 45.000
6. facial collagen chrystal 85.000
(gold(normal), green(jerawat), whitening(kusam), pink(sensitif))
Alamat : Griya Persada Elok Blok I No 9 rt 006/016 Kota Legenda-Bekasi Timur